Featured
Posted in Coretan

First blog post

Sengaja buat blog baru ini, karena isinya beda dengan blog saya satunya. πŸ™‚

Hanya torehan kata yang ingin dialirkan

Advertisements
Posted in Uncategorized

Kangen Rumah Kami di BSD

Mendengar kembali ttg BSD dan melihat album photo lama kami, kemudian ada yg mengulik tentang IKEA, Alam Sutra, Living World, dan sekitar… Ah, buat kami chemistry nya, mengena sekali kalau bahas BSD. Sekedar menyinggung sedikit saja, aroma nya sudah tercium kembali, seperti roll film yg diputar kembali di memory kami. Bagaimana tdk, rumah kami masih di sana. Tempat kami tumbuh membangun home, keluarga dan kerabat. Ah rindu akan suasana rumah kecil kami kembali tercium…jalan di pasmod, giant, teko, living word, mall@alamsutra, mang engking the briz, taman kota, ocean park, dkk. Skrg tambah AEON dan taman2 di daerah the briz dan sekitar.

Sekarang kami di Surabaya. Apakah Surabaya tdk nyaman? Alhamdulillah nyaman jg, tp tetap apa yg sudah kami jalani di BSD tetap melekat di hati, krn dari sana keluarga kami mulai mengenal arti home, rumah kecil kami, keluarga kecil kami. Surabaya juga nyaman, apalagi skrg Surabaya sudah banyak berubah, lebih cantik dan teratur daripada dulu. Banyak perubahan baik, di Surabaya saat ini. Bahkan kami sempat pangling di beberapa tempat, terlihat rapi skrg. Masih ingat sekitar 10 tahun lalu seorang teman dr luar Surabaya bilang “Surabaya itu tata kota terburuk yang pernah saya lihat, kelihatan kumuh” ehm…sekarang ga lagi, kan? πŸ˜‰ Tapi satu yang masih perlu mendapat perhatian lebih di Surabaya, yaitu sarana transportasi umum.  
Saya salah satu orang yang suka menggunakan transportasi umum. Walau di Jakarta CL, busway, kopaja, dll sering dikeluhan (tanpa kritik dan keluhan, mungkin perbaikan tidak secepat ini ya…, jadi jadikan kritikan sebagai dorongan utk ke arah yang baik ya ^_^), tetap saja masih banyak kebaikannya. Saya pengguna CL dan menikmati sarana transprotasi umum ini. Saya ikut senang sengan perbaikan PT KAI sekarang. Saya pengguna sejak mulai kereta 2 warna, 3 warna dan 1 warna (read: ekonomi-ekspress; ekonomi-ekonomi ac-ekspress; Commulterline). Dulu untuk pindah dari St.Tabah abang ke stasiun Manggarai, kadang pakai ekonomi krn kereta ac dari dan ke Depok-Tanah Abang belum sebanyak sekarang. Saya cukup menikmati walau hanya 10 menit T.Abang-Manggarai dg kereta ekonomi. Karena di sana saya dapat mengenal teman-teman kecil, yang terpaksa harus berjuang dengan kerasnya garis hidup mereka. Berawal dengan sapaan “Kelas berapa?” “Sudah, makan?” Akhirnya ada beberapa anak yang cukup saya kenal. Kadang sekedar berbagi makanan, kue, alas kaki atau buku membuat mereka sangat ceria dan bahagia. Indahnnya tawa itu, walau kehidupan mereka keras, anak-anak tetap anak-anak, tawa polos itu mudah hadir diwajah mereka. 

Selain mereka, Stasiun Tanah Abang memberikan warna lainnya, ibu2 dan bpk pekerja. Tak jarang usianya sudah lanjut. Kadang mereka suka bercerita saat kita membeli dagangannya. Saat kereta ekonomi terhapus, ada rasa kehilangan. Kehilangan kesempatan membeli dagangan mereka untuk diteruskan (dibagikan utk dikonsumsi) ke anak-anak di kereta ekonomi diganti tawa renyah mereka. Kehilangan wajah ceria mereka. Tapi memang untuk menertibkan, juga membuat teratur stasiun dan kereta, mereka harus mau pindah. Dan hanya do’a yang bisa saya berikan, semoga mereka mendapat jalan lain yang lebih baik.

Saat ekonomi terhapus, ternyata CL masih memberikan cerita lain, seperti photo ini. Ibu-ibu ini sebagai penopang hidup keluarganya, jualan dari Rangkasbitung ke Duri. Di pasar. Mereka harus transit di ST. Tanah Abang. Bercerita dengan mereka juga seru, banyak yang bisa kita pelajari dari mereka. Tak jarang mereka sudah usia lanjut, “Pengennya di rumah saja neng, tapi bagaimana lagi, nanti mau makan apa, yah nenek jualan sebisanya.” ada rasa haru, beliau-beliau ini tidak meminta-minta, tetap semangat berusaha sebisa mereka. πŸ™‚

Saat hamil lama tidak naik kereta, dan begitu kembali naik kereta setelah melahirkan, ada haru saat beberapa dari mereka masih hapal dengan kita, termasuk penjaga stasiun. Mereka sangat baik, bahkan sering kali menawarkan untuk memarkirkan kendaraan dan jg mengeluarkan dari tempat parkiran. Tepat sebelum balik Surabaya, terakhir naik CL saat ‘lompat’ dari “BSD-RSJP Harapan Kita-UI Depok-BPPT” ada haru saat mereka menyapa atau bertanya, “Lama ya neng, tidak ketemu nenek?” atau Bapak tukang parkir “Lama tidak kelihatan, neng…” atau penjaga stasiun kereta di Rawabuntu “Keretanya sudah di Serpong, mba. Jadwalnya berubah, sudah tahu belum, kayanya lama ga naik kereta kan ya?” Banyak orang baik di sana.

Di Surabaya juga banyak ibu-ibu pekerja dan anak di jalan. Tapi saya kehilangan kesempatan untuk berakrab dengan mereka. Saya suka akrab dan berbagi dengan mereka bukan karena merasa punya rasa sosial tinggi, bukan, tapi krn saya suka. Saya tidak sebaik teman-teman yang mungkin melakukan krn memiliki rasa sosial tinggi atau krn tulus membantu. Saya akrab dg mereka krn saya suka mendapat senyum mereka, saya suka dengan cerita mereka, suka dengar mereka menyapa dan bercanda, egois ya saya. πŸ˜‰ 

Teringat wajah-wajah mereka, bahagia itu sederhana saat kita mengenal orang seperti mereka.

Jadi nostalgia #edisi nostalgia. πŸ™‚

Posted in Uncategorized

Waktu berjalan ke Barat di waktu pagi hari matahari mengikutiku di belakang.

Aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri yang memanjang di depan.
Aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang telah menciptakan bayang-bayang,

aku dan bayang-bayang tidakbertengkar tentang siapa di antara kami yang harus berjalan di depan.

-Sapardi Djoko Damono-

Posted in Uncategorized

​Arjuna dan Bimbang atau istilah populernya (sekarang) Galau

Tahu tokoh pewayangan Arjuna? Dalam kisah Mahabarata, dari 5 tokoh Pandawa, saya suka dg Arjuna. Bukan krn sosok penokohannya yang rupawan, tp krn bagi saya Arjuna itu tegas, sopan dan penyayang walau tdk selembut dan sesabar Yudistira. Yudistira sangat nemegang teguh janji, kebenaran, dan aturan, namun dia terlalu kalem shg kebaikan2nya tsb sering dimanfaatkan lawan. Bima sangat kuat, tapi emosional. Nakula Sadewa, sangat baik juga hanya saja  saya suka penokohan Arjuna. πŸ˜€

Dari kelima tokoh tersebut, Arjuna sangat tangkas, bertindak cepat dan ia sosok murid yang sangat baik, cerdas, santun dan penuh pertimbangan. 
Suatu saat teman-temannya sedang bermain, sedangkan gurunya sedang mengajarkan suatu ilmu, kemudian dia datang pada gurunya dan ditanya “Kenapa kau tidak bermain, nak?” Dan Arjuna menjawab “Ketika seorang guru sedang mengajar, tidaklah boleh mengunakan waktu itu untuk bermain.” 

Apa hubungannya dengan galau?

Kita blm bahas galaunya Arjuna, baru contoh betapa dia seorang murid yang baik. Arjuna tetap bermain tapi tidak pada saat gurunya mengajarkan ilmu pengetahuan. 
Arjuna galau? Iya, Arjuna pernah sangat, sangat galau hingga dia harus terus bertanya pada Kresna. Arjuna galau saat peperangan Kuru akan terjadi, sebelum terompet perang dibunyikan. 
Arjuna begitu bimbang, haruskah dia ikut peperangan ini? Haruskah dia gunakan senjata saktinya untuk melawan saudaranya, melawan gurunya dan kakek yang dia sayangi. Sebegitu galaunya hingga dia meminta Kresna untuk membawanya menuju ke tengah medan perang agar bisa melihat kedua pasukan (Kurawa dan Pandawa) secara berimbang. 

Arjuna yg dikenal sbg tokoh yang sangat pandai dan cerdas pun bisa bimbang. Begitu galaunya Arjuna hingga dia menanyakan pada Krisna, “Jika pengetahuan lebih tinggi dari tindakan, kenapa aku harus melakukan pertempuran ini, kenapa Tuhan tidak menjadikan aku Pertapa saja?”

Kresna menjawab “Ada dua hal dalam hidup, Filsafat Tindakan dan Fillsafat Pengetahuan, Filsafat Pengetahuan tidak berarti tanpa diikuti Filsafat Tindakan, dan Filsafat Tindakan tanpa Filsafat Pengetahuan akan mendatangkan keburukan.” 
***Selaras dg dua quote ini ya(?) πŸ™‚ ***
“Iman tanpa ilmu bagaikan lentera di tangan bayi. Namun ilmu tanpa iman, bagaikan lentera di tangan pencuri.”-Buya Hamka-
“Kehidupan ini seimbang, Tuan. Barangsiapa hanya memandang pada keceriannya saja, dia orang gila. Barangsiapa memandang pada penderitaannya saja, dia sakit.”(Anak Semua Bangsa, h. 199) -Pramudya Ananta Toer-

*****    ******

Dan Kresan berpesan ke Arjuna untuk meninggalkan keraguan, “Arjuna, diseluruh dunia tidak ada yang semulia pengetahuan, tidak juga filsafat kehidupan. Orang yg bodoh tidak memiliki kepercayaan serta selalu merasa cemas akan kehancuran dan mereka tidak bahagia, mereka tidak mendapatkan kedamaian dalam hidupnya. Maka Arjuna tinggalkan keraguan dan bangkitkan kesadaran suci dlm dirimu. Jadilah orang terpelajar dan berjanjilah utk hidup dlm gelimang ilmu pengetahuan.”

Posted in Uncategorized

Sudahi Drama Kalian

Garudaku hampir jatuh. Terseok karena beban sayap kanan  kiri. Tertatih karena kanan kiri yang terus memaksa 

Memaksa terbang ke arah yg mereka suka. Garudaku hampir jatuh. Letih melihat keegoisan kanan kiri.

Nafsu tiada henti. Merasa paling benar. Paling hebat. Paling suci

Atau

Paling pengertian. Paling bersih. Paling rasional

Ah semua paling dan paling versi kalian kanan kiri. Drama terus digoreng. Dibumbui dan ditiupkan angin. Asap sudah kemana-manaMembawa kabar versi kanan pun kiri

Kapankah kanan kiri berhenti saling memaki. Masalah segelintir kalian pelintir. Sambil teriak nyinyir menyerukan meninggalkan negeri garuda.

Bagaimana kalian berharap keadilan jika kalian selalu ingin menang sendiri. Bagaimana garuda ini bisa terbang tinggi jika harmoni kalian jauhi
*Sudahi drama kalian*

#Indonesia #bukan_hanya_ahok&fpi

Posted in Coretan

Protret Barisan Tepi Kota

Jakarta atau pun Surabaya dikenal sbg kota Metropolitan. Aroma modern dan makmur seolah ditiup angin menggelitik hidung dan memberikan pesan pada otak merangkai persepsi. Gedung megah, teknologi layar lebar digital tersuguh di setiap ruas jalan protokol. Ah aroma kenyamanan seolah tepat di depan muka. 

Namun,

Beberapa radius kita melangkah, wajah kota itu berubah, bukan aroma wangi Parfum Paris, musik dan gemerlap dunia modern, semua hilang seolah tertutup kabut dan gelap tanpa sinar tertutup mendung. Aroma tanah, sampah, pupuk kandang, terbang menyeruak dalam area yg juga bagian dari kota tsb, ya… masih di sudut kota metropolitan. Rumah2 jamur ukuran 2*3 menjadi tempat yg mereka rasakan nyaman. Senyum wajah mungil menyeringai, seolah mengatakan “lo tau, gue bisa bertahan dg kondisi seperti ini, lo? belom tentu” atau “aku isih urip rek, koen durung tentu tanggup urip rekoso koyo ngene, aku looohh tetep iso ngguya ngguyu.” Kain tipis kumal penuh noda tetap nyaman mereka rasakan. Sebungkus mie instan dan sawi cukup utk sekeluarga, ahhhh aroma kesederhaan yg tercium di gang kecil itu.
Sesak seketika saat melihat kaca sepion saat mata ini menangkap bayangan diri ini. Lengkap dg baju, tas, dan sepatu kerja. Masihkah saya tdk bersyukur dg semua yg Allah sudah berikan ke saya. Masihkah saya memaklumi diri ini saat mengurangi sabar, padahal tdk seberapa dibanding sabar mereka. Mereka masih tersenyum.
Makin masuk ke area itu, makin tercium dimensi baru, ruang berbeda, persepsi berbeda. 

Dalam balutan keterbatasan, tingkatan ego dan perasaan manusia masih melekat. Dalam kesusahan mereka juga manusia lengkap dg baik buruknya, sama dg di gedung megah sisi lain kota. Ada keangkuhan dg sesama, ada belas kasih, ada empati, ada takut, ada bahagia dan ada sedih. Semua lengkap dg bingkai berbeda.

Tuhan pun mengaduk-aduk perasaan ini, dari empati jd antipati ketika melihat sebatang putih 9 cm mengepulkan asap di tengah pemukiman lusuh dan padat. Ditengah kesusahan mereka. Ohhh demi sebatang kali 3 mereka rela anak mereka makan lauk mie instant saja, padahal sebatang itu bisa utk tambahan telur pelengkap protein mereka. Atau utk sekedar baju murah menggantikan kain lusuh itu jika dikumpulkan beberapa hari. 


Setiap bingkai kehidupan selalu dibuat Nya lengkap, hitam, putih, dan antara keduanya.

(potret dari lensa mata saat mengantar si kecil menyalurkan infaq, Jum’at berbagi sekolahnya)

Posted in Coretan

Meminta Negara untuk Meminta Maaf?

Sebenarnya bbrp kali ingin memposting, bahkan sudah sempat tapi hapus lg. Hari ini sepertinya sudah susah ditahan karena news selalu ada dua kubu yang bersitegang. Saat saya masih kecil, tiap tanggal 30 September, saya ingin sekali menonton film yg diputar malam hari itu, tapi orang tua saya melarang karena tdk sebaiknya anak2 melihat film itu krn film itu tdk cocok dilihat anak kecil (read: ada adegan kekerasan). Setelah agak besar sekolah memberi tugas utk membuat resume, akhirnya saya melihat film fenomenal tsb. Saya melihat PKI sangat kejam, seiring waktu ketika mulai dewasa ada pemberhentian pemutaran film tersebut krn ada pemutarbalikan fakta sejarah, seperti itu issue yg saya dengar. 

Sejarah berubah? Entahlah, tapi ttg kekejaman PKI bukanlah fakta yg terbalik. Masa yg menakutkan kata kakek nenek dan orang tua kami. Trus apakah pembantaian pada aktivis PKI dibenarkan? Tidak, sama sekali tidak, sama dgn tidak benarnya aksi mereka (aktifis PKI) membantai para pamong, ulama, kyai dan tokoh masyarakat lainnya.

Pemberitaan penyampaian kekejaman PKI apakah salah? Tidak, tidak salah krn mereka memang spt itu, sedangkan kekejaman pengadilan masa yg ditujukan pada aktivis PKI juga bukan hal yg benar pula, yaitu pengadilan masa yg membabi buta semembabi buta apa yg aktor PKI lakukan pada tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Jika kalian memang mengagumi keadilan, kalian salah dg melakukan blow up sedemikian hingga menyebabkan pengaburan fakta, tidak ada bedanya dg apa yg dilakukan orde baru. Kalian memberikan bobot terlalu tinggi pada sisi yg kalian bela, kalian seolah melupakan PKI juga salah (padahal jargon kalian menolak lupa), tp kalian mengaburkan itu, seolah2 sisi pelaku aksi pemusnahan para aktivis PKI begitu buruk, perusak bahkan sudah mengaburkan ke issue utama, beralih ke issue agama. Ah kalian ini, kalian melakukan sesuatu yg kalian tentang.

 Korban pembantaian pada ORDE baru bukan hanya PKI, banyak juga golongan nasionalis yg bukan PKI juga menjadi korban.

Meminta negara utk meminta maaf ke PKI? SALAH menurut saya, knp PKI, bukannya tdk hanya PKI KORBANNYA? Kalau menuntut ya menuntut sekalian meminta maaf pada korban pra dan pasca 1965.

Kalian yg lain, telah mengkotak2kan orang kanan dan kiri. Bicara ttg kanan kiri, jika kalian melihat pada sisi lain di dimensi yg lebih tinggi, kanan dan kiri tdk selalu bersebelahan terpisah, bisa juga berpotongan, sejajar berjalan selaras atau bahkan berhimpit. Saya suka dg karya Hamka, begitu juga saya suka dan menghargai karya Pramudya Ananta Toer. 

°°°

Quote dari sastrawan2 tersebut sangat bagus menurut saya, contoh:

Iman tanpa ilmu bagaikan lentera di tangan bayi. Namun ilmu tanpa iman, bagaikan lentera di tangan pencuri.

-Buya Hamka-

Β°

  Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian- 

Pramudya Ananta Toer 

°°°

Ketika keduanya menyuarakan hal yg sama bagusnya, kenapa harus dipisahkan dua sisi kanan dan kiri, burung tak akan mampu terbang dg tinggi hanya dg satu sayap. Kenapa harus memotong satu sisi jika harmoni kedua sayap bisa menerbangkan kita lebih tinggi. Tak perlu memaksa manusia utk seragam krn Tuhan menciptakan manusia juga dalam keberagaman.

* Kehidupan ini seimbang, Tuan. Barangsiapa hanya memandang pada keceriannya saja, dia orang gila. Barangsiapa memandang pada penderitaannya saja, dia sakit.(Anak Semua Bangsa, h. 199)*

 -Pramudya Ananta Toer-

Posted in Coretan

CoretanΒ 

Pengen komen satu2 di status fb bbrp teman tapi males dg notifikasi yg menuh2i hp πŸ˜€

Selamat buat Pak Anis dan Pak Sandi, selamat bekerja dan merealisasikan program yg sudah dibuat, terima kasih Pak Ahok atas kerja nya selama ini. πŸ™‚
Buat yg menulis status: “Mau daftar dp 0%, tepatnya Rp 0, 00 monggo cek KTP, cek juga masuk kriteria Fakir atau tidak. Catet FAKIR ya… Situ Fakir? ” Istigfar, saya juga sempat mupeng sblm tahu kriteria tsb, tapi begitu tahu kriteria tersebut, betapa malu nya kita yang seharusnya mampu berbuat utk negara malah menambahi beban negara dg menggambil hak org lain. πŸ™‚

Monggo kalau mau kawal, dg cara santun ya…
Yg berstatus Pak Anis dipecat jd mentri bla bla: “Ehm, situ kayanya kurang nyimak deh siapa saja yg dicopot selain Pak Anis, yg kinerjanya jg luar biasa bagus. Dan ada Mentri yg —– aduh tiba2 keyboard error, kinerjanya bahkan paling tidak terekam, malah tetap manis menjabat di posisinya, politik ya cing…”
Jakarta banyak berubah karena Pak Ahok: “Ehmmm bener ga sih? Bisa bener bisa ga, tp flash back sebagai org yg pernah beredar di kota tsb, tahun 2012 ke sini Jakarta sudah bergerak. Kalau pada majang stasiun kereta yg kece badai, itu sblm pak Ahok mimpin, projek itu sudah jalan…kalau sungai iyes betul itu kelihatan banget hasilnya pas Pak Ahok, read hasil, prosesnya sebelum itu. Pak Ahok ga berjasa? Berjasa, beliau memperkuat dan mempercepat dg stylenya, tapiiii itu bukan ide beliau. Beliau eksekutor, spt status saya dulu cing…”
Kadang baru bbrp kali kita ke Jakarta trus komentar, kita lupa Jakarta bukan milik org yg kerja di gedung saja. Kita lupa bnyk yg masih tinggal di rumah petak kecil2, bnyk yg ah sudahlah… Mereka pendatang? Bukan cing mereka asli betawi, coba deh lo ke Cempaka Putih dan sekitarnya. Jgn cuma ke ITC Cempaka Mas aja ye cing, atau pun ke Mall mungil dekat RSI yg dulunya adalah pasar tradisional itu.
-udahan dulu, capek-
Buat pendukung Pak Anis atau pun Pak Ahok, kompakan atuh dukung rame2 yg sudah kepilih, yg santun, kalau ada yg tidak ditepati ingetin, utk DKI yg lebih kece, icon Indonesia punya. Pak Ahok saja sudah berbesar hati tuh…keren Pak.  πŸ™‚

Posted in Riset dan Hobby, Seputar kampus

Jurnal predator?

Dulu awal2 balik ke kampus tempat mengabdi ini, saat ngobrol ttg jurnal predator, atau biasa disebut jurnal abal2, bnyk yg no respon, bahkan mengatakan emang ada ya jurnal abal2, jurnal predator.

 Disadari atau tdk budaya menulis dan

baca paper masih sangat 

minim. 

Mungkin pernyataan saya ini menyakitkan, tp semoga kami bisa menjadikan ini sebagai pemicu ke arah yg lebih baik.

Mungkin hal2 ttg jurnal tsb, dulu tdk dihiraukan krn tdk/ blm berhubungan atau bersinggungan langsung dg kepentingan dosen2 tsb. Ketika dikti sudah semakin tegas dlm hal publikasi mulai bbrp orang tersadar. Yah walau blm semua, tp bbrp org ini semoga bisa menjadi perpanjangan tangan utk menarik bbrp lainnya. Aamiin. Krn skrg kampus kami ini jg sudah memfasilitasi dg berlangganan jurnal2 yg ok, shg bahan bacaan dan referensi kami jd lebih baik, semoga kami semua bisa mengoptimalkan fasilitas ini dan perlahan budaya nge-paper akan tumbuh di kampus kami ini.Bicara ttg jurnal predator tentu akan diingatkan dg Beall list. 5 tahun lalu saya pernah posting dan diskusi ttg Jurnal predator ini di wall facebook saya. Yah sudah 5 tahun lalu, 3 tahun sblm saya pulang dr tugas belajar, tp di instansi tmpt saya mengabdi skrg ini, baru 1-2 tahun akhir2 ini topik tsb menghangat. Walau terlambat semoga menjadi awal yg baik utk kedepannya. 

Ini bbrp cuplikan postingan lama:

Artikel Pak Beall bukan heboh di Indonesia saja, tapi juga di negara lain. Karenanya saya mencoba baca-baca issue ‘predatory publisher’ lagi. Dan ada banyak bahasan di page http://www.nature.com. Setahu saya nature cukup OK dan bisa dibilang masuk jajaran tertinggi rangking jurnal-jurnalnya. Di laman tsb saya menemukan artikel menarik saat search dengan keyword: “predatory journal“. Berikut Linknya: http://www.nature.com/news/2009/090617/full/459901a.html dan versi sebelumnya ditulis lebih detil di: http://www.nature.com/news/2009/090615/full/news.2009.571.html

Itu artikel berita di nature tahun 2009, uda lama ya? Tapi ada hal seru di situ yaitu tentang Philip Davis, a graduate student in communication sciences at Cornell University in Ithaca, New York, and Kent Anderson, executive director of international business and product development at The New England Journal of Medicine yang submit fake papernya ke open access journal. Fake paper dibuat dari computer generator manuscript, nah loh… Dan mereka submit buat test ini journal. Ternyata, accepted. Di artikelnya sih dikabarkan editor-chief journal tersebut RESIGN.

Berikut link menarik di nature.com tentang issue predatory publisher, jurnal abal-2, etc., mungkin ada yang iseng mau baca buat camilan ^_^

Pertama: http://www.nature.com/news/investigating-journals-the-dark-side-of-publishing-1.12666 (27 Maret 2013) kontributornya: http://www.nature.com/nature/about/editors/index.html#DeclanButler. Declan Butler, Senior Reporter, Paris Declan joined Nature in 1993, and writes on everything from global health, information technology, publishing, and science in France, to nuclear power and proliferation. He has a degree in biology from Queen’s University, Belfast, and a PhD from the University of Leeds. He was made a Chevalier of France’s National Order of Merit in 2003 for service to science and society. Dalam Artikel tersebut ada tips sebelum submit. How to perform due diligence before submitting to a journal or publisher. ( by: Declan Butler).

  • Check that the publisher provides full, verifiable contact information, including address, on the journal site. Be cautious of those that provide only web contact forms. 
  • Check that a journal’s editorial board lists recognized experts with full affiliations. Contact some of them and ask about their experience with the journal or publisher. 
  • Check that the journal prominently displays its policy for author fees. 
  • Be wary of e-mail invitations to submit to journals or to become editorial board members. 
  • Read some of the journal’s published articles and assess their quality. Contact past authors to ask about their experience. 
  • Check that a journal’s peer-review process is clearly described and try to confirm that a claimed impact factor is correct. Find out whether the journal is a member of an industry association that vets its members, such as the Directory of Open Access Journals (www.doaj.org ) or the Open Access Scholarly Publishers Association (www.oaspa.org ). 
  • Use common sense, as you would when shopping online: if something looks fishy, proceed with caution.

Kedua: http://www.nature.com/nature/journal/v495/n7442/full/495442a.html.

Ketiga:

http://www.nature.com/news/sham-journals-scam-authors-1.12681 (27 Maret 2013).

Keempat:

http://www.nature.com/news/price-doesn-t-always-buy-prestige-in-open-access-1.12259 (22 Januari 2013).

Kalau kita berbaik sangka, DIKTI mengeluarkan aturan ttg publikasi dan list jurnal predator, pasti karena ada latarbelakangnya. Sebagaimana banyak diketahui ada ulah nakal para ‘dosen nakal’ dalam memalsukan jurnal atau publikasi ilmiahnya untuk mengejar KUM dan kenaikan pangkat. 

Kejujuran bagi seorang peneliti dan akademisi adalah yg utama.

πŸ™‚
Jadi, mari kita berhati-hati dalam publikasi, lakukan dg sebaik mungkin, jgn hanya krn KUM.
Jadikan menulis dan meneliti sbg passion. 

Mungkin “How to perform due diligence before submitting to a journal or publisher” yang diberikan Declan Butler di atas bisa kita gunakan dan jangan segan bertanya pada yang lebih berpengalaman dan mengerti dari kita khususnya yg sebidang. 

Semoga Allah selalu memudahkan kita untuk menerima ilmu Nya. ^_^

Posted in Coretan, Seputar kampus

Hamil bukan halangan utk Studi S3: Hamil dan studi S3? Bisa, insya Allah

Bismillah, saya share ya dari pada japri ketik bbrp kali. πŸ™‚

(Postingan ini jgn diartikan menyarankan para istri utk hamil saat study ya, tp share utk menyemangati ibu2 yg mengandung buah hatinya saat study)

Study itu memang butuh konsentrasi penuh, baik S2 atau pun S3. Saya punya cerita di kedua jenjang tsb tapi jujur yg luar biasa effort nya saat S3, saat kita harus berkutat dg riset, paper2, textbook, eksperimen, publikasi dll. Bagi seorang istri entah dia mahasiswa atau pun tidak, hamil itu sangat mungkin terjadi apalagi jika Allah menghendaki, direncanakan spt apapun Allah Maha Perencana terbaik. Jika teman-teman hamil saat studi, maka hal paling utama yg perlu ditanamkan dari diri sendiri adalah pahami diri kita dan segala konsekuensinya
Kondisi kehamilan seseorang sangat berbeda-beda. Kebetulan selama S3, Maha Pencipta menghendaki saya merasakan dua kali hamil. :’) Kebetulan kehamilan saya lancar keduanya, terutama kehamilan anak ketiga, bahkan terkadang  saat hujan deras Jakarta macet atau suami meeting, saya menunggu dijemput suami, sambil mengerjakan eksperimen atau menulis di lab kampus sampai malam, bisa sampai jam 22-23. Kadang teman2 suka bercanda “Mbak Elly hati2 loh nanti ada yg nemenin di lab S3 yg tdk tampak” :’D Kadang kalau terasa tdk enak ya pindah ke 1231. πŸ™‚
Salah satu bagian penting dlm riset adalah studi literatur artinya harus rajin baca, maka harus dibiasakan hobby membaca, dan spesifiknya baca paper. πŸ˜‰ Jika ini sudah terbiasa yakin deh kita akan menggunakan waktu luang kita utk baca paper. Menunggu pesan makanan, antri dll secara tdk sadar akan buka paper utk dibaca. Bawa2 kertas mba? Tdk, bisa dari android…:-) Support dari keluarga itu wajib khususnya Suami. Iya dong kan yg diperut anak berdua πŸ˜€ Hindari membaca berita2 buruk ttg kehamilan yg bikin kita cemas, pikirkan yg baik2 saja, itulah saya agak picky dalam memilih dokter dan terbawa s.d skrg. Bagitu dapat yg click dulu, hamil selanjutnya ya ga mikir lg pasti dg beliau. Saat galau, tinggal sms, untungnya beliau jg anggap saya spt teman, jd tahu bgt kondisi saya, awalnya saya jg heran bnyk pasien kok hapal, eh ya itu td krn click. πŸ™‚

Selain menjadikan membaca ‘paper+textbook’ sebagai hobby, support keluarga dan dokter yg baik, hal penting lainnya adalah berusahalah utk mandiri. Loh kok gitu mbak? Iya, MANDIRI, manja nya sama suami saja :D. Memang hamil itu bukan kondisi biasa, studi S3 juga penuh perjuangan, dan kalau mengalami keduanya bersamaan jd….ehm…, πŸ˜‰

TAPI jangan pernah terpikirkan utk mendapatkan pengertian apalagi dispensasi, JANGAN. Kok gitu mbak, kalau hamilnya butuh perhatian lebih bgm? Ya istirahat saja, cuti atau istirahat yg cukup, kalau konsekuensinya waktu studi molor, kita harus siap. Yang pasti jgn pernah mencampur adukkan kehamilan kita dg study kita, hamil atau tdk, segala hal dlm study harus tetap berjalan sebagaimana mestinya, riset, deadline, paper, publikasi, dll semua jalani saja. Loh mbak kan kita patut diberikan perhatian khusus, contoh di kendaraan umum, dll. Iya, tp jangan jadikan itu sbg legalitas kita selalu ingin diprioritaskan, apalagi dlm studi, JANGAN YA TEMAN, jgn menurunkan standar study. Intinya hamil ya hamil, studi ya studi. Nikmati semua prosesnya sebagaimana mestinya.

Hamil ya hamil, studi ya studi, jangan dicampuradukkan, nikmati semua prosesnya sebagaimana mestinya. Ketika kita paham dg diri dan kondisi kita, dan siap dg segala konsekuensinya, yakin deh kita tak akan pernah mengharap pengertian org lain apalagi dispensasi, krn pengharapan spt itu akan mengganggu usaha maksimal kita, menghilangkan seni dari kuliah S3. πŸ˜‰ Berusahalah utk mandiri.

Apalagi, mbak? 

Biasakan makan-makanan sehat, tdk hamil saja makan perlu kita perhatikan apalagi hamil. Sebisa mungkin makanan utama masak di rumah, kalau ga jago masak ya kukus atau rebus aja semua hehehe *becanda*. Boleh pesen tp sebisa mungkin cek kebersihannya ya… Kalau sakit kita akan mengalami kerugian kuadrat -apalagi itu istilahnya-. 

Trus manage waktu sebaik mungkin. Wah ini bagian yg paling perlu dikendalikan. Kadang bawaannya kan mual mbak, it’s ok, dari pengalaman selama ini, kalau mual dan pengen muntah ya keluarin aja, habis itu istirahat bentar langsung enteng dan fresh. Mual jgn ditahan, bisa makin pusing trus lemes dan males ngapain2. Kalau lg drop gini jgn pergi jauh2 sendiri, sebisa mungkin minta dianter Pak Suami tersayang πŸ˜‰ 

Urusan waktu sebenarnya berhubungan dg urusan kebiasaan. Ibu hamil biasanya memiliki pola istirahat yg agak berbeda. Naaahhhh disitu kita bisa pilih dan pilah alokasi waktu kita. Saat 3 bulan pertama, biasanya lemes, pagi dan malam. Agak enakan kalau siang, jd siang optimalkan utk eksperimen, nulis, dll. Pagi dan malam bobo aja. Krn S3 itu bnyk risetnya, maka utk ke kampus bisa saat progress saja, selebihnya kerjakan di rumah. INGAT: KERJAKAN! tetap kerjakan walau di rumah. Nah 3 bulan kedua biasanya semua sudah normal, tubuh sudah adaptasi, kita bisa bekerja seperti biasanya. Saat ini boleh dibilang ngebut riset pun OK. Mbak tp kadang masih mual, bgm? Iya, wajar kok tp kan jarang, ya kita harus paham kondisi tubuh kita, sudah enakkan bukan berarti bisa diforsir, ingat jg ada kehidupan diperut kita. 

Masuk 3 bulan ketiga, pasti badan buncit banget kan ya, secara fisik jalan hati2 dan jgn lari, tp otak kita masih bisa lari kan utk berfikir, nah nulis paper, ngoding, eksperimen itu dominan dg kerja otak. Tahu kan maksud saya? πŸ˜‰ Saat 3 bulan terakhir biasanya jam tidur akan berubah, susah dapat posisi yg pas utk bobo krn endut, membuat jam tidur kita bergeser, naaahhhh tahu tdk sesungguhnya ada anugrah besar di situ. Selama tdk dapat PW saya suka baca paper, atau nulis draf di kertas atau kadang buka laptop lakukan eksperimen. Dan biasanya susah bobo ini tengah malam hingga menjelang pagi, nah jam2 ini sebenarnya paling enak buat konsentrasi. πŸ™‚ Habis sholat trus bobo. πŸ˜€ Jd ga bisa bobo saat hamil, bisa jadi anugrah utk belajar.

Dan kalau saya ingat2 saat hamil tulisan jg lebih bnyk. Saat hamil Naura 3 bulan terakhir menjelang lahiran kelar satu paper (jujur ini jaga2 krn biasanya Pak Bos 1231 desa konoha tanya paper dan diminta submit, kalau habis lahiran butuh off bener2 1.5 bulan, jd jaga2 dulu). Ternyata benar, 1 minggu setelah lahiran Naura, Pak Bos 1231 a.k.a co-promotor saya sms menanyakan bisa submit ke IEEE SMC tdk? Alhamdulillah krn sudah siap satu paper jd ya bisa lancar, πŸ˜‰ *nah, disini kunci kenali dan pahami diri sendiri dan kondisi serta segala konsekuensinya td berperan*

Dulu ada teman yg sempat bercanda “Mbak Elly kapan ngerjainnya, habis lahiran langsung submit? Jangan2 di RS saat lahiran depannya ada laptop dan paper.” Arghhh >,< alhamdulillah accepted jg saat itu.;D Saat hamil Fathan laporan disertasi utk sidang terbuka saya jd lebih rapi dari sebelumnya. πŸ˜‰
Trus mbak kalau ke kampus sampai mlm anak2 bgm? Ke kampus tdk harus tiap hari, tp ngerjain nya tiap hari (kan bs di rumah). Anak2 memiliki jadwal yg rapi jg, pastinya butuh adaptasi. Nanny yg jagain selalu saya minta buat catatan aktivitas harian anak2, semua makanan sudah saya siapkan termasuk camilan, jd tiap pagi ngutek di dapur siapin makanan camilan utk anak2. Saat mau berangkat saya kasih tahu pulang jam brp, kalau telat saya dapat kompensasi bikin makanan kesukaan mereka. Kalau saat itu pulang sampai jam 22-23 mlm ya saya tlp mereka agar bobo. Kalau pulang jam 19an biasanya langsung main dg mereka, bacain buku, bercanda, dll. Tiap saat dikontrol, tlp mereka, nah kalau pulang mlm biasanya besoknya saya d rumah. Di kampus kadang 3 harian atau 4 harian, 4 atau 3 hari di rumah main dg mereka. Saat mereka bobo saya lanjut kerjakan, dan malam memang waktu pasti buat kerjakan riset. Jujur selama S3 jam tidur saya berubah dan berkurang. Tp dinikmati saja krn bobo nya walau kadang 2-4 jam tp nyenyak πŸ˜‰
Oh iya, topik dan pembimbing jg penting. Pembimbing di sini penting krn hamil atau tdk nih, urusan study S3 dr awal masuk s.d lulus beliau2 yg menjadi kontrol study kita. Kalau sudah biasa dg kerja lari, bisa bimbingan dg beliau2 yg rajin riset dan ‘tanya progress’ ke kita. Yakin deh akan dikejar dg deretan target, upsss. πŸ˜€ Utk topik, ambillah topik riset yg menjadi passion kita, krn akan beda rasanya. Kalau kita kerjakan sesuatu yg jd passion kita, bawaannya enjoy. Mirip dg kita suka buah durian, tanpa disuruh kita akan tetap makan. Kalau tdk suka, boro2 makan, cium baunya aja udah neg. πŸ˜‰

-itu ya maaf kalau blm menjawab semuanya atau ada yg kurang pas dg tulisan ini-