Posted in Riset dan Hobby, Seputar kampus

Jurnal predator?

Dulu awal2 balik ke kampus tempat mengabdi ini, saat ngobrol ttg jurnal predator, atau biasa disebut jurnal abal2, bnyk yg no respon, bahkan mengatakan emang ada ya jurnal abal2, jurnal predator.

 Disadari atau tdk budaya menulis dan

baca paper masih sangat 

minim. 

Mungkin pernyataan saya ini menyakitkan, tp semoga kami bisa menjadikan ini sebagai pemicu ke arah yg lebih baik.

Mungkin hal2 ttg jurnal tsb, dulu tdk dihiraukan krn tdk/ blm berhubungan atau bersinggungan langsung dg kepentingan dosen2 tsb. Ketika dikti sudah semakin tegas dlm hal publikasi mulai bbrp orang tersadar. Yah walau blm semua, tp bbrp org ini semoga bisa menjadi perpanjangan tangan utk menarik bbrp lainnya. Aamiin. Krn skrg kampus kami ini jg sudah memfasilitasi dg berlangganan jurnal2 yg ok, shg bahan bacaan dan referensi kami jd lebih baik, semoga kami semua bisa mengoptimalkan fasilitas ini dan perlahan budaya nge-paper akan tumbuh di kampus kami ini.Bicara ttg jurnal predator tentu akan diingatkan dg Beall list. 5 tahun lalu saya pernah posting dan diskusi ttg Jurnal predator ini di wall facebook saya. Yah sudah 5 tahun lalu, 3 tahun sblm saya pulang dr tugas belajar, tp di instansi tmpt saya mengabdi skrg ini, baru 1-2 tahun akhir2 ini topik tsb menghangat. Walau terlambat semoga menjadi awal yg baik utk kedepannya. 

Ini bbrp cuplikan postingan lama:

Artikel Pak Beall bukan heboh di Indonesia saja, tapi juga di negara lain. Karenanya saya mencoba baca-baca issue ‘predatory publisher’ lagi. Dan ada banyak bahasan di page http://www.nature.com. Setahu saya nature cukup OK dan bisa dibilang masuk jajaran tertinggi rangking jurnal-jurnalnya. Di laman tsb saya menemukan artikel menarik saat search dengan keyword: “predatory journal“. Berikut Linknya: http://www.nature.com/news/2009/090617/full/459901a.html dan versi sebelumnya ditulis lebih detil di: http://www.nature.com/news/2009/090615/full/news.2009.571.html

Itu artikel berita di nature tahun 2009, uda lama ya? Tapi ada hal seru di situ yaitu tentang Philip Davis, a graduate student in communication sciences at Cornell University in Ithaca, New York, and Kent Anderson, executive director of international business and product development at The New England Journal of Medicine yang submit fake papernya ke open access journal. Fake paper dibuat dari computer generator manuscript, nah loh… Dan mereka submit buat test ini journal. Ternyata, accepted. Di artikelnya sih dikabarkan editor-chief journal tersebut RESIGN.

Berikut link menarik di nature.com tentang issue predatory publisher, jurnal abal-2, etc., mungkin ada yang iseng mau baca buat camilan ^_^

Pertama: http://www.nature.com/news/investigating-journals-the-dark-side-of-publishing-1.12666 (27 Maret 2013) kontributornya: http://www.nature.com/nature/about/editors/index.html#DeclanButler. Declan Butler, Senior Reporter, Paris Declan joined Nature in 1993, and writes on everything from global health, information technology, publishing, and science in France, to nuclear power and proliferation. He has a degree in biology from Queen’s University, Belfast, and a PhD from the University of Leeds. He was made a Chevalier of France’s National Order of Merit in 2003 for service to science and society. Dalam Artikel tersebut ada tips sebelum submit. How to perform due diligence before submitting to a journal or publisher. ( by: Declan Butler).

  • Check that the publisher provides full, verifiable contact information, including address, on the journal site. Be cautious of those that provide only web contact forms. 
  • Check that a journal’s editorial board lists recognized experts with full affiliations. Contact some of them and ask about their experience with the journal or publisher. 
  • Check that the journal prominently displays its policy for author fees. 
  • Be wary of e-mail invitations to submit to journals or to become editorial board members. 
  • Read some of the journal’s published articles and assess their quality. Contact past authors to ask about their experience. 
  • Check that a journal’s peer-review process is clearly described and try to confirm that a claimed impact factor is correct. Find out whether the journal is a member of an industry association that vets its members, such as the Directory of Open Access Journals (www.doaj.org ) or the Open Access Scholarly Publishers Association (www.oaspa.org ). 
  • Use common sense, as you would when shopping online: if something looks fishy, proceed with caution.

Kedua: http://www.nature.com/nature/journal/v495/n7442/full/495442a.html.

Ketiga:

http://www.nature.com/news/sham-journals-scam-authors-1.12681 (27 Maret 2013).

Keempat:

http://www.nature.com/news/price-doesn-t-always-buy-prestige-in-open-access-1.12259 (22 Januari 2013).

Kalau kita berbaik sangka, DIKTI mengeluarkan aturan ttg publikasi dan list jurnal predator, pasti karena ada latarbelakangnya. Sebagaimana banyak diketahui ada ulah nakal para ‘dosen nakal’ dalam memalsukan jurnal atau publikasi ilmiahnya untuk mengejar KUM dan kenaikan pangkat. 

Kejujuran bagi seorang peneliti dan akademisi adalah yg utama.

🙂
Jadi, mari kita berhati-hati dalam publikasi, lakukan dg sebaik mungkin, jgn hanya krn KUM.
Jadikan menulis dan meneliti sbg passion. 

Mungkin “How to perform due diligence before submitting to a journal or publisher” yang diberikan Declan Butler di atas bisa kita gunakan dan jangan segan bertanya pada yang lebih berpengalaman dan mengerti dari kita khususnya yg sebidang. 

Semoga Allah selalu memudahkan kita untuk menerima ilmu Nya. ^_^

Advertisements

Author:

Seorang istri dan ibu yang sedang berusaha mengabdikan diri untuk negara, suka membaca, menulis, belajar dan ingin selalu mengalirkan apa yg sudah dipelajari :-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s