Posted in Coretan

Meminta Negara untuk Meminta Maaf?

Sebenarnya bbrp kali ingin memposting, bahkan sudah sempat tapi hapus lg. Hari ini sepertinya sudah susah ditahan karena news selalu ada dua kubu yang bersitegang. Saat saya masih kecil, tiap tanggal 30 September, saya ingin sekali menonton film yg diputar malam hari itu, tapi orang tua saya melarang karena tdk sebaiknya anak2 melihat film itu krn film itu tdk cocok dilihat anak kecil (read: ada adegan kekerasan). Setelah agak besar sekolah memberi tugas utk membuat resume, akhirnya saya melihat film fenomenal tsb. Saya melihat PKI sangat kejam, seiring waktu ketika mulai dewasa ada pemberhentian pemutaran film tersebut krn ada pemutarbalikan fakta sejarah, seperti itu issue yg saya dengar. 

Sejarah berubah? Entahlah, tapi ttg kekejaman PKI bukanlah fakta yg terbalik. Masa yg menakutkan kata kakek nenek dan orang tua kami. Trus apakah pembantaian pada aktivis PKI dibenarkan? Tidak, sama sekali tidak, sama dgn tidak benarnya aksi mereka (aktifis PKI) membantai para pamong, ulama, kyai dan tokoh masyarakat lainnya.

Pemberitaan penyampaian kekejaman PKI apakah salah? Tidak, tidak salah krn mereka memang spt itu, sedangkan kekejaman pengadilan masa yg ditujukan pada aktivis PKI juga bukan hal yg benar pula, yaitu pengadilan masa yg membabi buta semembabi buta apa yg aktor PKI lakukan pada tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Jika kalian memang mengagumi keadilan, kalian salah dg melakukan blow up sedemikian hingga menyebabkan pengaburan fakta, tidak ada bedanya dg apa yg dilakukan orde baru. Kalian memberikan bobot terlalu tinggi pada sisi yg kalian bela, kalian seolah melupakan PKI juga salah (padahal jargon kalian menolak lupa), tp kalian mengaburkan itu, seolah2 sisi pelaku aksi pemusnahan para aktivis PKI begitu buruk, perusak bahkan sudah mengaburkan ke issue utama, beralih ke issue agama. Ah kalian ini, kalian melakukan sesuatu yg kalian tentang.

 Korban pembantaian pada ORDE baru bukan hanya PKI, banyak juga golongan nasionalis yg bukan PKI juga menjadi korban.

Meminta negara utk meminta maaf ke PKI? SALAH menurut saya, knp PKI, bukannya tdk hanya PKI KORBANNYA? Kalau menuntut ya menuntut sekalian meminta maaf pada korban pra dan pasca 1965.

Kalian yg lain, telah mengkotak2kan orang kanan dan kiri. Bicara ttg kanan kiri, jika kalian melihat pada sisi lain di dimensi yg lebih tinggi, kanan dan kiri tdk selalu bersebelahan terpisah, bisa juga berpotongan, sejajar berjalan selaras atau bahkan berhimpit. Saya suka dg karya Hamka, begitu juga saya suka dan menghargai karya Pramudya Ananta Toer. 

°°°

Quote dari sastrawan2 tersebut sangat bagus menurut saya, contoh:

Iman tanpa ilmu bagaikan lentera di tangan bayi. Namun ilmu tanpa iman, bagaikan lentera di tangan pencuri.

-Buya Hamka-

°

  Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian- 

Pramudya Ananta Toer 

°°°

Ketika keduanya menyuarakan hal yg sama bagusnya, kenapa harus dipisahkan dua sisi kanan dan kiri, burung tak akan mampu terbang dg tinggi hanya dg satu sayap. Kenapa harus memotong satu sisi jika harmoni kedua sayap bisa menerbangkan kita lebih tinggi. Tak perlu memaksa manusia utk seragam krn Tuhan menciptakan manusia juga dalam keberagaman.

* Kehidupan ini seimbang, Tuan. Barangsiapa hanya memandang pada keceriannya saja, dia orang gila. Barangsiapa memandang pada penderitaannya saja, dia sakit.(Anak Semua Bangsa, h. 199)*

 -Pramudya Ananta Toer-

Author:

Seorang istri dan ibu yang sedang berusaha mengabdikan diri untuk negara, suka membaca, menulis, belajar dan ingin selalu mengalirkan apa yg sudah dipelajari :-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s