Posted in Uncategorized

​Arjuna dan Bimbang atau istilah populernya (sekarang) Galau

Tahu tokoh pewayangan Arjuna? Dalam kisah Mahabarata, dari 5 tokoh Pandawa, saya suka dg Arjuna. Bukan krn sosok penokohannya yang rupawan, tp krn bagi saya Arjuna itu tegas, sopan dan penyayang walau tdk selembut dan sesabar Yudistira. Yudistira sangat nemegang teguh janji, kebenaran, dan aturan, namun dia terlalu kalem shg kebaikan2nya tsb sering dimanfaatkan lawan. Bima sangat kuat, tapi emosional. Nakula Sadewa, sangat baik juga hanya saja  saya suka penokohan Arjuna. 😀

Dari kelima tokoh tersebut, Arjuna sangat tangkas, bertindak cepat dan ia sosok murid yang sangat baik, cerdas, santun dan penuh pertimbangan. 
Suatu saat teman-temannya sedang bermain, sedangkan gurunya sedang mengajarkan suatu ilmu, kemudian dia datang pada gurunya dan ditanya “Kenapa kau tidak bermain, nak?” Dan Arjuna menjawab “Ketika seorang guru sedang mengajar, tidaklah boleh mengunakan waktu itu untuk bermain.” 

Apa hubungannya dengan galau?

Kita blm bahas galaunya Arjuna, baru contoh betapa dia seorang murid yang baik. Arjuna tetap bermain tapi tidak pada saat gurunya mengajarkan ilmu pengetahuan. 
Arjuna galau? Iya, Arjuna pernah sangat, sangat galau hingga dia harus terus bertanya pada Kresna. Arjuna galau saat peperangan Kuru akan terjadi, sebelum terompet perang dibunyikan. 
Arjuna begitu bimbang, haruskah dia ikut peperangan ini? Haruskah dia gunakan senjata saktinya untuk melawan saudaranya, melawan gurunya dan kakek yang dia sayangi. Sebegitu galaunya hingga dia meminta Kresna untuk membawanya menuju ke tengah medan perang agar bisa melihat kedua pasukan (Kurawa dan Pandawa) secara berimbang. 

Arjuna yg dikenal sbg tokoh yang sangat pandai dan cerdas pun bisa bimbang. Begitu galaunya Arjuna hingga dia menanyakan pada Krisna, “Jika pengetahuan lebih tinggi dari tindakan, kenapa aku harus melakukan pertempuran ini, kenapa Tuhan tidak menjadikan aku Pertapa saja?”

Kresna menjawab “Ada dua hal dalam hidup, Filsafat Tindakan dan Fillsafat Pengetahuan, Filsafat Pengetahuan tidak berarti tanpa diikuti Filsafat Tindakan, dan Filsafat Tindakan tanpa Filsafat Pengetahuan akan mendatangkan keburukan.” 
***Selaras dg dua quote ini ya(?) 🙂 ***
“Iman tanpa ilmu bagaikan lentera di tangan bayi. Namun ilmu tanpa iman, bagaikan lentera di tangan pencuri.”-Buya Hamka-
“Kehidupan ini seimbang, Tuan. Barangsiapa hanya memandang pada keceriannya saja, dia orang gila. Barangsiapa memandang pada penderitaannya saja, dia sakit.”(Anak Semua Bangsa, h. 199) -Pramudya Ananta Toer-

*****    ******

Dan Kresan berpesan ke Arjuna untuk meninggalkan keraguan, “Arjuna, diseluruh dunia tidak ada yang semulia pengetahuan, tidak juga filsafat kehidupan. Orang yg bodoh tidak memiliki kepercayaan serta selalu merasa cemas akan kehancuran dan mereka tidak bahagia, mereka tidak mendapatkan kedamaian dalam hidupnya. Maka Arjuna tinggalkan keraguan dan bangkitkan kesadaran suci dlm dirimu. Jadilah orang terpelajar dan berjanjilah utk hidup dlm gelimang ilmu pengetahuan.”

Advertisements

Author:

Seorang istri dan ibu yang sedang berusaha mengabdikan diri untuk negara, suka membaca, menulis, belajar dan ingin selalu mengalirkan apa yg sudah dipelajari :-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s