Posted in Uncategorized

Kangen Rumah Kami di BSD

Mendengar kembali ttg BSD dan melihat album photo lama kami, kemudian ada yg mengulik tentang IKEA, Alam Sutra, Living World, dan sekitar… Ah, buat kami chemistry nya, mengena sekali kalau bahas BSD. Sekedar menyinggung sedikit saja, aroma nya sudah tercium kembali, seperti roll film yg diputar kembali di memory kami. Bagaimana tdk, rumah kami masih di sana. Tempat kami tumbuh membangun home, keluarga dan kerabat. Ah rindu akan suasana rumah kecil kami kembali tercium…jalan di pasmod, giant, teko, living word, mall@alamsutra, mang engking the briz, taman kota, ocean park, dkk. Skrg tambah AEON dan taman2 di daerah the briz dan sekitar.

Sekarang kami di Surabaya. Apakah Surabaya tdk nyaman? Alhamdulillah nyaman jg, tp tetap apa yg sudah kami jalani di BSD tetap melekat di hati, krn dari sana keluarga kami mulai mengenal arti home, rumah kecil kami, keluarga kecil kami. Surabaya juga nyaman, apalagi skrg Surabaya sudah banyak berubah, lebih cantik dan teratur daripada dulu. Banyak perubahan baik, di Surabaya saat ini. Bahkan kami sempat pangling di beberapa tempat, terlihat rapi skrg. Masih ingat sekitar 10 tahun lalu seorang teman dr luar Surabaya bilang “Surabaya itu tata kota terburuk yang pernah saya lihat, kelihatan kumuh” ehm…sekarang ga lagi, kan? πŸ˜‰ Tapi satu yang masih perlu mendapat perhatian lebih di Surabaya, yaitu sarana transportasi umum.  
Saya salah satu orang yang suka menggunakan transportasi umum. Walau di Jakarta CL, busway, kopaja, dll sering dikeluhan (tanpa kritik dan keluhan, mungkin perbaikan tidak secepat ini ya…, jadi jadikan kritikan sebagai dorongan utk ke arah yang baik ya ^_^), tetap saja masih banyak kebaikannya. Saya pengguna CL dan menikmati sarana transprotasi umum ini. Saya ikut senang sengan perbaikan PT KAI sekarang. Saya pengguna sejak mulai kereta 2 warna, 3 warna dan 1 warna (read: ekonomi-ekspress; ekonomi-ekonomi ac-ekspress; Commulterline). Dulu untuk pindah dari St.Tabah abang ke stasiun Manggarai, kadang pakai ekonomi krn kereta ac dari dan ke Depok-Tanah Abang belum sebanyak sekarang. Saya cukup menikmati walau hanya 10 menit T.Abang-Manggarai dg kereta ekonomi. Karena di sana saya dapat mengenal teman-teman kecil, yang terpaksa harus berjuang dengan kerasnya garis hidup mereka. Berawal dengan sapaan “Kelas berapa?” “Sudah, makan?” Akhirnya ada beberapa anak yang cukup saya kenal. Kadang sekedar berbagi makanan, kue, alas kaki atau buku membuat mereka sangat ceria dan bahagia. Indahnnya tawa itu, walau kehidupan mereka keras, anak-anak tetap anak-anak, tawa polos itu mudah hadir diwajah mereka. 

Selain mereka, Stasiun Tanah Abang memberikan warna lainnya, ibu2 dan bpk pekerja. Tak jarang usianya sudah lanjut. Kadang mereka suka bercerita saat kita membeli dagangannya. Saat kereta ekonomi terhapus, ada rasa kehilangan. Kehilangan kesempatan membeli dagangan mereka untuk diteruskan (dibagikan utk dikonsumsi) ke anak-anak di kereta ekonomi diganti tawa renyah mereka. Kehilangan wajah ceria mereka. Tapi memang untuk menertibkan, juga membuat teratur stasiun dan kereta, mereka harus mau pindah. Dan hanya do’a yang bisa saya berikan, semoga mereka mendapat jalan lain yang lebih baik.

Saat ekonomi terhapus, ternyata CL masih memberikan cerita lain, seperti photo ini. Ibu-ibu ini sebagai penopang hidup keluarganya, jualan dari Rangkasbitung ke Duri. Di pasar. Mereka harus transit di ST. Tanah Abang. Bercerita dengan mereka juga seru, banyak yang bisa kita pelajari dari mereka. Tak jarang mereka sudah usia lanjut, “Pengennya di rumah saja neng, tapi bagaimana lagi, nanti mau makan apa, yah nenek jualan sebisanya.” ada rasa haru, beliau-beliau ini tidak meminta-minta, tetap semangat berusaha sebisa mereka. πŸ™‚

Saat hamil lama tidak naik kereta, dan begitu kembali naik kereta setelah melahirkan, ada haru saat beberapa dari mereka masih hapal dengan kita, termasuk penjaga stasiun. Mereka sangat baik, bahkan sering kali menawarkan untuk memarkirkan kendaraan dan jg mengeluarkan dari tempat parkiran. Tepat sebelum balik Surabaya, terakhir naik CL saat ‘lompat’ dari “BSD-RSJP Harapan Kita-UI Depok-BPPT” ada haru saat mereka menyapa atau bertanya, “Lama ya neng, tidak ketemu nenek?” atau Bapak tukang parkir “Lama tidak kelihatan, neng…” atau penjaga stasiun kereta di Rawabuntu “Keretanya sudah di Serpong, mba. Jadwalnya berubah, sudah tahu belum, kayanya lama ga naik kereta kan ya?” Banyak orang baik di sana.

Di Surabaya juga banyak ibu-ibu pekerja dan anak di jalan. Tapi saya kehilangan kesempatan untuk berakrab dengan mereka. Saya suka akrab dan berbagi dengan mereka bukan karena merasa punya rasa sosial tinggi, bukan, tapi krn saya suka. Saya tidak sebaik teman-teman yang mungkin melakukan krn memiliki rasa sosial tinggi atau krn tulus membantu. Saya akrab dg mereka krn saya suka mendapat senyum mereka, saya suka dengan cerita mereka, suka dengar mereka menyapa dan bercanda, egois ya saya. πŸ˜‰ 

Teringat wajah-wajah mereka, bahagia itu sederhana saat kita mengenal orang seperti mereka.

Jadi nostalgia #edisi nostalgia. πŸ™‚

Advertisements
Posted in Uncategorized

Waktu berjalan ke Barat di waktu pagi hari matahari mengikutiku di belakang.

Aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri yang memanjang di depan.
Aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang telah menciptakan bayang-bayang,

aku dan bayang-bayang tidakbertengkar tentang siapa di antara kami yang harus berjalan di depan.

-Sapardi Djoko Damono-

Posted in Uncategorized

​Arjuna dan Bimbang atau istilah populernya (sekarang) Galau

Tahu tokoh pewayangan Arjuna? Dalam kisah Mahabarata, dari 5 tokoh Pandawa, saya suka dg Arjuna. Bukan krn sosok penokohannya yang rupawan, tp krn bagi saya Arjuna itu tegas, sopan dan penyayang walau tdk selembut dan sesabar Yudistira. Yudistira sangat nemegang teguh janji, kebenaran, dan aturan, namun dia terlalu kalem shg kebaikan2nya tsb sering dimanfaatkan lawan. Bima sangat kuat, tapi emosional. Nakula Sadewa, sangat baik juga hanya saja  saya suka penokohan Arjuna. πŸ˜€

Dari kelima tokoh tersebut, Arjuna sangat tangkas, bertindak cepat dan ia sosok murid yang sangat baik, cerdas, santun dan penuh pertimbangan. 
Suatu saat teman-temannya sedang bermain, sedangkan gurunya sedang mengajarkan suatu ilmu, kemudian dia datang pada gurunya dan ditanya “Kenapa kau tidak bermain, nak?” Dan Arjuna menjawab “Ketika seorang guru sedang mengajar, tidaklah boleh mengunakan waktu itu untuk bermain.” 

Apa hubungannya dengan galau?

Kita blm bahas galaunya Arjuna, baru contoh betapa dia seorang murid yang baik. Arjuna tetap bermain tapi tidak pada saat gurunya mengajarkan ilmu pengetahuan. 
Arjuna galau? Iya, Arjuna pernah sangat, sangat galau hingga dia harus terus bertanya pada Kresna. Arjuna galau saat peperangan Kuru akan terjadi, sebelum terompet perang dibunyikan. 
Arjuna begitu bimbang, haruskah dia ikut peperangan ini? Haruskah dia gunakan senjata saktinya untuk melawan saudaranya, melawan gurunya dan kakek yang dia sayangi. Sebegitu galaunya hingga dia meminta Kresna untuk membawanya menuju ke tengah medan perang agar bisa melihat kedua pasukan (Kurawa dan Pandawa) secara berimbang. 

Arjuna yg dikenal sbg tokoh yang sangat pandai dan cerdas pun bisa bimbang. Begitu galaunya Arjuna hingga dia menanyakan pada Krisna, “Jika pengetahuan lebih tinggi dari tindakan, kenapa aku harus melakukan pertempuran ini, kenapa Tuhan tidak menjadikan aku Pertapa saja?”

Kresna menjawab “Ada dua hal dalam hidup, Filsafat Tindakan dan Fillsafat Pengetahuan, Filsafat Pengetahuan tidak berarti tanpa diikuti Filsafat Tindakan, dan Filsafat Tindakan tanpa Filsafat Pengetahuan akan mendatangkan keburukan.” 
***Selaras dg dua quote ini ya(?) πŸ™‚ ***
“Iman tanpa ilmu bagaikan lentera di tangan bayi. Namun ilmu tanpa iman, bagaikan lentera di tangan pencuri.”-Buya Hamka-
“Kehidupan ini seimbang, Tuan. Barangsiapa hanya memandang pada keceriannya saja, dia orang gila. Barangsiapa memandang pada penderitaannya saja, dia sakit.”(Anak Semua Bangsa, h. 199) -Pramudya Ananta Toer-

*****    ******

Dan Kresan berpesan ke Arjuna untuk meninggalkan keraguan, “Arjuna, diseluruh dunia tidak ada yang semulia pengetahuan, tidak juga filsafat kehidupan. Orang yg bodoh tidak memiliki kepercayaan serta selalu merasa cemas akan kehancuran dan mereka tidak bahagia, mereka tidak mendapatkan kedamaian dalam hidupnya. Maka Arjuna tinggalkan keraguan dan bangkitkan kesadaran suci dlm dirimu. Jadilah orang terpelajar dan berjanjilah utk hidup dlm gelimang ilmu pengetahuan.”

Posted in Uncategorized

Sudahi Drama Kalian

Garudaku hampir jatuh. Terseok karena beban sayap kanan  kiri. Tertatih karena kanan kiri yang terus memaksa 

Memaksa terbang ke arah yg mereka suka. Garudaku hampir jatuh. Letih melihat keegoisan kanan kiri.

Nafsu tiada henti. Merasa paling benar. Paling hebat. Paling suci

Atau

Paling pengertian. Paling bersih. Paling rasional

Ah semua paling dan paling versi kalian kanan kiri. Drama terus digoreng. Dibumbui dan ditiupkan angin. Asap sudah kemana-manaMembawa kabar versi kanan pun kiri

Kapankah kanan kiri berhenti saling memaki. Masalah segelintir kalian pelintir. Sambil teriak nyinyir menyerukan meninggalkan negeri garuda.

Bagaimana kalian berharap keadilan jika kalian selalu ingin menang sendiri. Bagaimana garuda ini bisa terbang tinggi jika harmoni kalian jauhi
*Sudahi drama kalian*

#Indonesia #bukan_hanya_ahok&fpi